Sejarah

Universitas Riau didirikan pada tanggal 1 Oktober 1962 sehingga pada tahun 2015 ini telah berusia 55 tahun. Sesuai dengan perkembangan dan pengembangan selama itu, di lingkungan Universitas Riau terdapat beberapa lembaga struktural dan lembaga fungsional, yaitu: Rektor dengan empat Pembantu Rektor, Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK), dan Biro Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI). Terdapat 9 (Sembilan) Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Hukum (FH). Terdapat 2 (dua) lembaga, yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) yang memiliki 12 pusat penelitian dan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) yang terdiri dari 4 koordinator. Karena Pertumbuhan jumlah mahasiswa dan Program Studi serta permasalahan yang semakin kompleks dalam mengantisipasi perubahan yang ada maka beberapa pusat dan badan-badan baru telah dibentuk yaitu Pusat Pengembangan Pendidikan (PUSBANGDIK), Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (P2K2), Pusat Pelatihan Universitas Riau (PPUR/RUTC) dan Badan Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK). Disamping melaksanakan program reguler, pada beberapa Fakultas juga diselenggarakan program non-reguler dan/atau program ekstensi, baik jenjang D3 maupun jenjang S1.

Fakultas Teknik Universitas Riau (FT-UR) didirikan pada tanggal 29 Desember 2000 berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasioanal RI No. 236/Q tahun 2000. Cikal bakal FT-UR dimulai dengan didirikan Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) pada tahun 1981 dengan 4 Program Studi, yaitu Teknik Sipil, Teknik Kimia, Penyuluhan Pertanian dan Sosial Ekonomi Pertanian. Tahun 1990 FNGT di tutup dan program studi yang ada di FNGT di kembalikan ke fakultas pembinanya. Jurusan Pertanian membentuk Fakultas sendiri sedangkan Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Kimia membentuk Program Diploma dibawah Rektor. Pada tahun 1994 Rektor Universitas Riau mengeluarkan kebijaksanaan untuk menerima mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Sipil dan Teknik Kimia sebagai cikal bakal Fakultas Teknik dengan SK Rektor No. 429/PT.22/H.Q/1994. Berdasarkan Surat Direktur Pembinaan Akademis Dirjen Dikti No. 657/D2/96 tanggal 18 Maret 1996 mengizinkan untuk membuka Program Studi Diploma Teknik Mesin dan Teknik Elektro dengan penerimaan mahasiswa baru pada Tahun Ajaran 1998/1999. FT-UR saat ini mempunyai 4 Jurusan, 7 Program Studi Sarjana, 4 Program Studi Diploma dan 2 Program Studi Magister.

Cikal bakal Program Studi S1 dan D3 Teknik Sipil Universitas Riau dimulai dengan didirikannya Fakultas Teknik Non Gelar Teknologi (FNGT) pada tahun 1981, dimana Teknik Sipil merupakan salah satu dari empat program studi yang ada. Pada tahun 1989 FNGT ditutup dan Teknik Sipil kemudian membentuk program D3 di bawah Rektor pada tahun 1990. Pada tahun 1994 Rektor Universitas Riau mengeluarkan keputusan (SK Rektor No.429/PT.22.H/Q/1994) untuk membuka Program Studi S1 Teknik Sipil.

Dimulai pertengahan tahun 1996, selama lima tahun sampai dengan tahun 2001, Teknik Sipil mendapat bantuan dari Asian Development Bank melalui Engineering Education Development Project (EEDP). Bantuan ini berupa pengembangan dan peningkatan kualitas staf akademik,  pembangunan gedung dan peralatan laboratorium, serta pengadaan alat bantu ajar. Baik Program Studi S1 dan D3 Teknik Sipil kemudian berada di bawah koordinasi Fakultas Teknik.

Pada tahun 2000 seiring dengan mulai selesainya masa studi dosen-dosen baru, Program Studi S1 Teknik Sipil mendapatkan pengukuhan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui SK No.376/Dikti/Kep/2000 tanggal 27 Oktober 2000. Mulai tahun 2001 penerimaan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil telah dilakukan melalui sistem penerimaan mahasiswa baru  (SPMB) nasional.